AMBON,MRNews.com,- Hari pertama kerja usai dilantik sebagai Penjabat Walikota Ambon, Bodewin Wattimena langsung turun ke lapangan, Rabu (25/5). Pasar dan terminal Mardika menjadi sasaran.
Ditemani Sekretaris Kota (Sekkot) Ambon Agus Ririmasse, Wattimena “terobos” hujan deras untuk memantau tumpukan sampah yang menyengat dibeberapa titik di pasar dan terminal Mardika, yang dibersihkan oleh alat berat.
Kepada awak media, Penjabat Walikota katakan, apa yang dilakukan ini bukanlah sebuah kebetulan. Karena sebelum dilantik, sudah ada pedagang Mardika yang keluhkan lewat pesan singkat terkait tumpukan sampah yang mengganggu aktivitas jual beli.
Maka atas koordinasi Sekkot untuk turun ke lapangan sekaligus menyelesaikan tumpukan sampah di terminal dan pasar Mardika, dengan mengerahkan armada alat berat dan mobil pengangkut sampah.

“Kita bersyukur ada dukungan positif dari teman-teman Asosiasi Pedagang Mardika yang mau membantu Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon untuk bersama-sama membenahi persoalan sampah,” terangnya.
Memang, kesadaran bersama terkait masalah sampah ini masih kurang.
Tapi bagaimana caranya selesaikan masalah sampah dengan mengatur kembali jalur mobil pengangkut sampah dan lain-lain. Termasuk membangun kesadaran masyarakat.
“Sebenarnya ini yang paling penting. Pemkot mau bikin apapun program untuk masalah sampah ini, kalau tidak didukung kesadaran masyarakat, percuma. Saya tadi bilang, kalau ini cuman dilakukan pembersihan hari ini dan besok terulang lagi itu kita membangun pencitraan,” ulasnya.
“Tapi kalau seandainya besok dan seterusnya tetap bersih, tidak lagi ada tumpukan sampah, maka itulah kerja kita untuk menyelesaikan masalah sampah di seputaran terminal dan pasar Merdika,” beber Sekretaris DPRD Maluku itu.
Sebenarnya tambah Wattimena, Pemkot Ambon telah menyiapkan lokasi tempat pembuangan sampah (TPS) sementara. Ada titik-titik yang memang dikhususkan untuk masyarakat mau membuang sampah. Bukan membuang di titik baru yang bukan menjadi lokasi TPS sementara.

“Kalau masyarakat sadar, membantu Pemkot pada lokasi yang sudah ditentukan, tentu saja pada jam pengangkutan, sampah akan habis. Tapi kalau dibuang di titik lain yang bukan jadi TPS sementara ya kejadian seperti tadi,” tukas alumnus IPDN itu.
Dimungkinkan, Pemkot kata Wattimena, akan coba buat kebijakan seperti membuat TPS sementara di area pasar dan terminal Mardika maupun dititik pembuangan sampah lainnya agar minimal ketika orang buang sampah, tidak lihat sampah itu ada.
“Kita akan lakukan uji coba dibeberapa titik yang menurut penilaian kita volume sampahnya cukup besar. Kalau ada lokasi kosong, kita akan bikin TPS sementara yang bagus, rapi sehingga orang tidak melihat sampah berserahkan dimana-mana,” pungkasnya.
Sementara, Ketua Asosiasi Pedagang Mardika (APMA) Kota Ambon, Alham menegaskan, pihaknya siap membantu Pemkot mengatasi masalah sampah di pasar Mardika. Selain kesadaran, namun penting pula armada mobil sampah juga harus operasi rutin, pagi dan malam.
“Dengan terus menghimbau anggota APMA khususnya dan semua pedagang tentang pentingnya membuang sampah pada tempatnya, bukan ditumpuk pada lokasi yang bukan jadi TPS. Sehingga mudah diangkut mobil sampah,” jelasnya. (MR-02)











Comment