by

BPOM Ambon Uji Kadar Kebersihan 10 Sampel Takjil Punya Dua Lokasi

AMBON,MRNews.com,- Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Ambon, Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Dinas Perindustrian Perdagangan (Disperindag) Kota Ambon melakukan inspeksi mendadak (Sidak) memantau penjualan makanan berbuka puasa atau Takjil di Ambon, Selasa (5/4).

Kepala BPOM di Ambon, Hermanto katakan,
Sidak Takjil di dua titik yakni kawasan depan masjid Al-fatah Ambon dan area Desa Batu Merah. Sebanyak 33 sampel Ta’jil diuji kimia dan 10 sampel akan diuji mikrobiologi atau kadar kebersihannya di laboratorium BPOM.

“18 Sampel dari area Al-fatah dan Batu Merah 15 sampel diuji kimia, sedangkan masing-masing 5 sampel diuji mikrobiologi di laboratorium BPOM,” terangnya di pelataran masjid Raya Al-fatah usai Sidak.

Khusus di area Al-fatah kata dia, sudah dilakukan pengujian bahan kimia yang sering disalah gunakan yakni borax, formalin, Rodamin B dan pewarna metamin yellow.

“Hasilnya, 18 sampel uji kimia memenuhi syarat. Semua aman dari bahan kimia berbahaya. Untuk di Batu Merah akan kami lakukan pengujian, kita berharap hasilnya juga memenuhi syarat atau bebas bahan kimia berbahaya,” jelas Hermanto.

Untuk 10 sampel uji mikrobiologi kata dia, akan dilakukan untuk melihat ada tidaknya cemaran bakteri E-coli, stapila cocus, basilusia, untuk pastikan kebersihannya. Apakah penggunaan bahan baku atau perorangan, penyajian, akan nampak dari hasil ujinya.

“Hasilnya itu perlu waktu kira-kira seminggu. Kalau ada temuan positif bakteri maka nanti kami akan tindaklanjuti. Semua penjual Takjil sudah terdata di kami. Agar dilakukan pembinaan sehingga tidak terulang kedepan,” jelasnya.

Ditambahkan, pihaknya akan turunkan tim untuk terus lakukan pengawasan takjil di Ambon. Bukan saja itu, tim juga telah turun ke Kabupaten/Kota untuk intensifikasi, awasi di swalayan, toko, bekerjasama dengan Pemda setempat.

“Kami sudah sosialisasi juga dengan turun langsung pantau dan himbau penjual Takjil agar makanan ditutup plastik, pakai celemek, pakai masker, sarung tangan. Agar terhindar dari debu dan sebagainya yang bisa berdampak negatif bagi kesehatan diri dan orang lain,” ingatnya.

Kepala Dinkes Ambon Wendy Pelupessy menambahkan, pihaknya bersama BPOM sidak Takjil untuk memastikan bagaimana masyarakat dalam melakukan ibadah puasa Ramadhan, mengkonsumsi makanan yang sehat dan bebas dari bahan berbahaya.

“Hasil uji bahan kimia Takjil di area Al-fatah sini negatif kandungan bahan kimia berbahaya. Artinya kesadaran penjual Takjil sudah sesuai aturan kesehatan, anjuran dan pembinaan dari BPOM dan Dinkes. Sebab masyarakat yang konsumsi juga harus sehat,” terangnya.

Dengan apa yang telah dilakukan pihaknya dan BPOM ini, diharapkan Wendy, selain menjadi penjual yang baik dengan mendapat keuntungan tapi konsumen juga harus cerdas melihat jajanan Takjil agar terlindungi, sehat. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed