AMBON,MRNews.com.- Pembangunan Rumah Sakit UPT Vertikal Ambon, Provinsi Maluku dengan menggunakan APBN Kementerian Kesehatan RI, yang berlokasi di Desa Rumah Tiga, Kecamatan Teluk Ambon- Kota Ambon nanti akan bernuansa lingkungan dan hemat energi.
Hal ini sejalan dengan konsep yang diusulkan oleh gubernur Maluku, Said Assagaff kepada Menteri Kesehatan RI.
Pembangunan RSUPT Vertikal Ambon sendiri rencananya akan dimulai dengan peletakan batu pertama secara langsung oleh menteri Kesehatan pada 14 Juli mendatang. Hal ini diungkapkan Gubernur Maluku, Said Assagaff kepada wartawan saat meninjau lokasi pembangunan dimaksud (25/06)
Dijelaskan, Pembangunan RS. UPT Vertikal ini bertujuan untuk percepatan penyediaan akses pelayanan rujukan tersier dalam mengantisipasi tantangan tren pola penyakit emerging maupun re-emerging disease, dan berperan sebagai pusat pendidikan dan pelatihan. sekaligus sebagai upaya menurunkan disparitas pelayanan kesehatan rujukan yang bermutu bagi masyarakat di kawasan timur Indonesia dalam mendukung pencapaian Universal Health Coverage. selain itu hadirnya RS. UPT Vertikal sebagai RS Rujukan tersier di Maluku harus lebih mampu memobilisasi sumber daya Dokter Spesialis, pendanaan, teknologi secara lebih baik.
“Master plan RS UPT Vertikal yang dibangun awalnya akan menjadi rujukan kelas A. namun demikian pada tahap awal 2019, akan disiapakan beroperasi sebagai RS kelas B dengan fasilitas yang disiapkan untuk kelas A, dengan mempertimbangkan kesiapan menajemen dan supply SDM terutama dokter spesialis dan sub spesialis yang membutuhkan waktu,” ucapnya.
Lanjut Gubernur, pemetaan lahan sudah dilakukan,tidak ada masalah lagi, lahan sekitar 4,5 Ha sudah disiapkan dan pekerjaan sudah harus dilakukan, waktu selesai pada 31 Desember 2018 untuk tahap pertama.
pembangunan sendiri dikerjakan oleh PT. PP Konsutan untuk manajemen konstrukai yakni PT. Yodya Karya Persero sementara konsultan perencana PT Sangkuriang.
“Anggaran pembangunan tahap pertama akan menggunakan dana senilai Rp.300 Miliar, diharapkan pembanguannya sesuai dengan yang direncanakan dan tepat pada waktunya.
Sementara itu Kepala Dinas kesehatan Provinsi Maluku, M Pontoh juga menjelaskan, Rumah sakit RSUP adalah RS terbesar di kawasan indonesia timur dengan kepemilikan Kementerian kesehatan. sehingga seluruh tenaga kesehatan juga akan menjadi tanggungjawab Kemenkes.
“Ini adalah salah satu anugerah dari Tuhan kepada orang Maluku, karena merupakan rumah sakit yang pertama kali dibangun dengan hemat energi dan bernuasa ramah lingkungan bahkan akan menjadi percontohan bagi rumah sakit lainnya,” ucap Pontoh
Menurutnya, Dari segi pelayanan, Rumah sakit ini akan lebih meningkatkan pelayanannya kepada pasien. apalagi dengan konsep kepulauan.
Harapan terbesar, 2019 nanti, Rumah Sakit ini, sudah dapat dioperasionalkan demi menunjang pembangunan gugus pulau di Maluku. (MR-06)











Comment