AMBON,MRNews.com,- Dari 1.089 kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Ambon hingga Kamis (10/2), 95 persen pasien paling banyak melakukan isolasi mandiri (Isoman) di rumah masing-masing, karena memang terdeteksi tanpa gejala.
Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Ambon Wendy Pelupessy katakan, hanya 35 orang pasien yang dirawat di isolasi terpusat (Isoter) Asrama Haji Waiheru. Dengan kategori gejala sedang yang memiliki Comorbid atau penyakit penyerta dan kategori warga lanjut usia (Lansia).
“Dari 1089 orang positif, 120 pasien dirawat di rumah sakit khusus Covid-19 karena gejala berat. Sementara 35 orang ada di Isoter di Asrama Haji. Dengan demikian kurang lebih 934 orang lakukan Isoman, tanpa gejala,” tandas Pelupessy.
Dirinya berharap sebenarnya, akan lebih banyak pasien yang melakukan isolasi terpusat agar lebih baik dan mudah terkontrol dari aspek asupan makan, obat, vitamin dan sebagainya.
“Cuma itu tugasnya Satgas desa/kelurahan. Saya hanya bertugas dari sisi pelayanan kesehatan. Ketika butuh obat, Rapid, tracking, katong layani,” beber Wendy usai rapat evaluasi bersama Komisi I DPRD kota Ambon, Kamis (10/2).
Sementara untuk mengatur pergerakan atau pengendalian pasien untuk membawa mereka disana (Isoter-red), termasuk agar mereka tidak keluar rumah, berinteraksi dengan orang lain, itu Satgas desa/kelurahan yang didalamnya ada Kepala Desa/Raja, tokoh agama, tokoh masyarakat, Babinsa, Bhabinkamtibmas.
“Nama-nama pasien positif yang Isoman kita sudah kirim ke Satgas Covid-19 Desa/Kelurahan. Pastikan bahwa dia (pasien-red) tidak keluar, bisa menjaga Isomannya. Dinas tidak punya Tupoksi sampai kesitu. Kita bagi-bagi tugas,” jelasnya.
Oleh sebab itu tambahnya, apel bersama Satgas Covid-19 kecamatan, desa/kelurahan dan Kota Ambon yang dipimpin Sekretaris Kota (Sekkot) kemarin telah jelas, kerja cepat dan terukur untuk menekan penyebaran Covid-19 di level paling bawah.
“Naiknya kasus kita cepat karena tracing masif bagi pasien yang kontak erat. Dengan begitu kita bisa deteksi segera. Namun memang pengendalian penting, protokol kesehatan (Prokes) terutama memakai masker dan vaksinasi wajib dilakukan, selain operasi yustisi yang saat ini kembali digiatkan pemerintah/Satgas kota,” kunci Pelupessy. (MR-02)









Comment