by

JPO Berfungsi, Dishub Desak MCM Tutup Median Jalan

AMBON,MRNews.com,- Setelah sekian lama dibuat, Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) dari dan ke Maluku City Mall (MCM) akhirnya sudah difungsikan. Dengan demikian, pihak pengelola MCM pun didesak Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Ambon untuk segera menutup askes yang dibuka di median jalan, posisi tengah. Karena itu, kewenangan dari Dishub, sekalipun jalan tersebut milik BPJN Maluku-Maluku Utara, tapi harus ditutup.

“Pimpinan MCM sudah konfirmasi ke beta, katanya tidak berani tutup. Tetapi beta perintahkan untuk tutup segera. Sekarang JPO sudah ada, ya harus ditutup. Karena akses itu dibuka untuk kepentingan MCM. Berbeda, kalau tidak ada MCM disitu, maka sudah lama kita tutup akses itu,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan Kota Ambon, Robby Sapulette kepada awak media di Ambon, Rabu (23/5/2018).

Selain median jalan, hal kedua kata Sapulette, yakni pintu pagar masuk MCM dari arah trotoar juga harus ditutup pengelola. Sebab, jika tidak, maka orang akan parkir di badan jalan, kemudian naik ke MCM. Sehingga akhirnya muncul parkir liar. Dengan begitu pihak MCM akan rugi. Bayangkan saja, kalau sehari 1000 sepeda motor parkir, dengan tarif Rp 2000-3000 maka sudah Rp 20-30 juta. Beda jika parkirnya di areal dalam MCM, maka untung besar. Sehingga, menutup kedua akses itu solusinya segera.

“Jadi dua hal itu yang mesti dilakukan MCM segera, pasca dioperasikannya JPO. Tutup median tengah jalan dan pintu masuk depan MCM. Itu saja yang kita minta. Sehingga ketika aksesnya sudah ditutup, maka tidak mungkin orang menyeberang dan parkir, karena tidak ada akses,” terangnya.

Sapulette pun menghimbau, agar masyarakat menggunakan JPO tersebut secara baik dan bertanggungjawab, demi kenyamanan dan kepentingan bersama, saat ini dan kedepannya. Apalagi bagi masyarakat yang aksesnya hendak dari dan ke MCM. Tentu dengan tidak mencoret-coret, merusak dan sebagainya. Karena akan sangat merugikan diri sendiri.

Memang, kata dia, dengan berfungsinya JPO pasti akan sedikit menimbulkan stagnasi kemacetan, karena mobil berhenti untuk mengangkut dan menurunkan penumpang yang hendak ke MCM. Namun, hal itu tidak akan berlangsung lama dan tinggal bagaimana kesadaran bersama sebagai pengguna jalan, maupun pengemudi kendaraan umum. Yang terpenting tentu, median jalan di posisi tengah harus ditutup, supaya tidak ada lagi masyarakat melintasi jalan itu.

“Masyarakat silahkan menggunakan JPO itu dengan baik. Kalau bisa semua pejalan kaki untuk menyeberang ke MCM, harus menggunakan JPO. Karena aksesnya sudah ditutup dan sudah tidak mungkin lagi menyeberang melalui jalan. Tetapi lewat JPO. Jadi memanfaatkan atau gunakan JPO untuk akses dari lajur kiri ke MCM. Itu saja. Setidaknya, kondisi ini sedikit banyak meminimalisir tingginya tingkat kecelakaan yang sering terjadi disitu,” tutup Sapulette. (MR-05)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed