AMBON,MRNews.com,- Dengan mencermati secara sungguh-sungguh khotbah dalam ibadah pembukaan, pidato Ketua Klasis Kota Ambon, arahan MPH Sinode, sambutan Walikota Ambon, sub tema sidang serta mendengar secara sungguh-sungguh pemandangan umum dan pembahasan laporan umum pelayanam dan keuangan MPK Kota Ambon, rapat komisi maupun sidang-sidang pleno, maka persidangan ke 42 menyampaikan pesan kepada pelayan dan seluruh warga jemaat.
Pertama, menyikapi perkembangan dan perubahan sosial yang terus terjadi di masyarakat akibat perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, dengan berbagai dampak positif tetapi juga negatif seperti penyebaran berita bohong (hoax), berita kebencian hingga hingga berita provokasi pada media-media sosial, maka perlu dilakukan advokasi bagi seluruh umat GPM melaui pembinaan keluarga agar semakin dewasa dalam menggunakan media sosial dimaksud demi peningkatan kualitas hidup manusia.
Poin kedua, kembangkan kehidupan keluarga sebagai cerminan tubuh Kristus yang rapih tersusun (band Efesus 2:21), sebagai basis pembangunan tubuh Kristus di dunia. Doakan dan tumbuhkan spirit berusaha dan bekerja serta mampu mengembangkan potensi ekonomi demi peningkatan ekonomi keluarga untuk hidup berkelanjutan yang semakin bermutu.
“Marilah kita menjadikan keluarga sebagai basis pembentukan nilai dan karakter etik-moral dan tetaplah bertanggungjawab membimbing setiap anak untuk bersekolah dan memanfaatkan waktu belajar dengan baik. Bimbinglah mereka menjadi generasi-generasi yang cerdas, berprestasi dan sukses. Hindarilah diri dari pengaruh dan ancaman judi, Miras yang membahayakan, narkoba, seks bebas, balapan liar, HIV/AIDS dan penyakit sosial lainnya,” demikian salah satu isi pesan yang ditandatangani Ketua dan Sekretaris Pimpinan Sidang dan dibacakan dalam ibadah-ibadah jemaat, Minggu (8/4).
Selanjutnya, ketiga, teruskan panggilan untuk menjaga dan merawat relasi persaudaraan dalam bingkai gereja orang basudara (band Mazmur 133:1-3). Karenanya, merespons lemahnya relasi-relasi sosial, maka diajak untuk rawat dan kembangkan semangat hidup orang basudara untuk memperkuat hidup bersama antar agama, suku, etnis, gereja-pemerintah dan pihak lainnya.
Keempat, kembangkan gaya kepemimpinan penggembalaan di tengah berbagai perubahan, perkembangan, tantangan dan persoalan pelayanan yang dihadapi, gaya kepemimpinan gerejawi yang mendampingi, menuntun, memulihkan, membaharui dan dapat membela dan merawat kehidupan.
“Tunjukkan karakter diri pelayan yang mengenal domba dan mengasihi domba-domba (band Yoh 10: 11,14) serta layanilah mereka beserta seluruh ciptaan lainnya menuju “air yang tenang dan padang rumput yang hijau” (band Mazmur 23). Karena itu tetaplah setia menanam dan menyiram di kebun anggur-Nya dan kembangkan terus kualitas pelayanan,” tukas Pendeta N.J Rutumalessy dan Pendeta A. Lohy-Parera yang juga sebagai pimpinan klasis dalam isi pesan itu.
Poin kelima, gunakan dan manfaatkan hak sebagai warga negara secara bijaksana, dalam mendukung pelaksanaan pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur Provinsi Maluku pada 27 Juni 2018, dengan memilih pemimpin yang mampu membawa perubahan dan perbaikan terhadap persoalan-persoalan kemasyarakatan yang masih terus menimbulkan penderitaan di masyarakat; kemiskinan, kebodohan, keterbelakangan, ketertinggalan, ketidak-adilan sosial (band Lukas 4:18,19), agar Maluku dapat keluar dari penderitaan tersebut.
“Jagalah kekudusan dan netralitas gereja, jauhilah politik uang (money politic) dan kepentingan diri sendiri. Kepada para penyelenggara Pilkada, kontestan dan tim pemenang pasangan calon pun kami himbau untuk melakukan pendidikan politik yang santun dan bermartabat, sehingga tidak merusak hubungan antar orang basudara dalam konteks hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara (Yeremia 29:7 dan Roma 13:1),”
Keenam atau terakhir, sehubungan dengan penetapan kota Ambon sebagai kota music (city of music), maka diharapkan dukungan seluruh warga jemaat selaku warga kota, dengan menjaga kebersihan lingkungan, keamanan dan kenyamanan kota.
“Kiranya pesan persidangan ke-42 ini memotivasi kita sebagai pelayan dan umat di Klasis kota Ambon, untuk terus menjalankan misi Tuhan yang dipercayakan bagi kita sebagai gereja untuk terus menghadirkan tanda-tanda Kerajaan Allah di dunia ini,” akhirinya. (MR-05)











Comment