NAMROLE,MRNews.com,- Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Buru Selatan (Bursel) akan berlangsung tahun 2020, pasangan Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Bursel Bahctiar La Galeb-Sami Latbual dengan akronim BISA pun bergerak cepat dengan menyambangi kandang banteng moncong putih atau PDI Perjuangan untuk mendaftar di sekretariat tim penjaringan (Timjar) PDI Perjuangan di Desa Kamlanglale, Kecamatan Namtole, Kamis (12/9/19) sore.
Sesuai rilis yang didapat menjelaskan, sebelum mendaftar di partai besutan Megawati Soekarnoputri itu, keduanya terlebih dahulu berjalan kaki bersama ratusan pendukung dari kediaman La Galeb di Desa Elfule, Kecamatan Namrole pada pukul 15.50 WIT melewati Desa Waenono, Desa Kamlanglale, Desa Labuang dan kembali lagi ke Desa Kamlanglale untuk mendaftar pada pukul 16.20 WIT.
Setiba di sekretariat Timjar yang juga sekretariat DPC PDI Perjuangan Bursel, pasangan BISA yang turut didampingi sejumlah pengurus Ranting maupun PAC PDI Perjuangan langsung disambut ketua Timjar Yohan Lesnussa dan sekretaris Udi Ihsan, ketua DPC PDI Perjuangan Bursel Ahmad Umasangadji dan sekretaris Anselany Orpa Seleky serta sejumlah fungsionaris DPC PDI Perjuangan Bursel maupun anggota Timjar lainnya.
Ketua Timjar Yohan Lesnussa ketika menerima berkas BISA langsung memeriksanya dan menyampaikan pihaknya akan memeriksa lebih detail lagi dan jika ada yang kurang lengkap, maka akan diinformasikan untuk dilengkapi, walau sekilas sudah lengkap. Sementara tentang tahapan penjaringan yang sementara dilakukan sesuai jadwal yang dikeluarkan DPC PDIP, yakni tanggal 3-13 September 2019 (Waktu Pendaftaran dan Pengembalian Formulir), 15-17 September (Verifikasi dan Validasi Berkas), 18-19 September (Rapat DPC untuk Pengusulan), 20-21 September (Rapat DPD untuk Verifikasi Berkas) dan 22 September (Penyampaian Berkas ke DPP Partai).
“Untuk sosialisasi Bakal Calon (Balon) ke PAC partai, persiapan, pelaksanaan dan presentasi survey akan disesuaikan waktunya. Adapun Balon yang telah mendaftar yakni Safitri Malik Soulisa selaku Balon Bupati dan Julianus Seleky yang telah kembalikan formulir pendaftaran. Sedangkan Kamis (12/9) selain pasangan BISA, Balon Bupati Muhammad Mukadar dan Abdulrahman pun telah sudah mendaftar. Sedangkan Jumat (13/9), telah diinformasikan Balon Bupati Syahroel Pawa dan Abdul Mutalib Laitupa akan mendaftar. Yang lainnya belum mengkonfirmasi,” paparnya.
Sementara, Bachtiar La Galeb kepada wartawan usai mendaftar mengatakan, perjuangan yang dilakukannya bersama Sami Latbual lewat proses ini akan semakin kuat jika mendapat dukungan doa dan restu dari seluruh rakyat yang ada di Kabupaten Bursel. “Kami harapkan dukungan dan doa restu dari seluruh rakyat Bursel ini. Mari kita berfikir jernih, berfikir positif terkait dengan bagaimana kita ikut meramaikan, ikut terlibat, baik sebagai bakal calon maupun rakyet di seantero Bursel,” kata La Galeb yang akrab disapa LG itu.
Menurut pria yang pernah menjabat sebagai Anggota DPRD Kabupaten Bursel dan kini anggota DPRD Provinsi Maluku itu, dirinya maju berpasangan dengan Sami Latbual yang adalah anggota DPRD Kabupaten Bursel dua periode karena keduanya punya kesadaran sungguh disertai pengetahuan yang kompleks dan cukup banyak terkait dengan Bursel masa lalu, masa sekarang dan bagaimana kedepannya. “Insya Allah kita punya kesadaran dan motivasi yang sama untuk bagaimana selanjutnya daerah ini bisa lebih di dorong lagi ke arah kemajuan,” ucapnya.
Ia mengaku sejak beberapa bulan lalu telah bersepakat bersama Sami Latbual untuk berpasangan dalam Pilkada karena memiliki tujuan yang sama untuk Kabupaten Bursel bisa lebih baik lagi kedepannya. “Kami berdua punya hati yang sama. Beta selalu berfikir, Pileg itu awal, tetapi beta punya niat dari awal maju Bupati dan Pak Sami-lah yang jadi pendamping. Dalam proses itu, banyak yang datang, tetapi beta tahu mereka punya tujuan untuk menceraikan kami berdua, tetapi beta bilang tidak. Ini menjadi ketetapan beta. Tidak tahu dari mana datangnya, tetapi tertanam kuat di dalam hati ini. Karena itu, kalau bukan dengan Pak Sami beta tidak akan maju,” tegasnya.
Selain itu, lanjutnya, dalam setiap ajang Pilkada, pasti ada saja selisih paham, tetapi sebagai orang sudara masyarakat Bursel diajak untuk berdemokrasi secara sehat. “Jadi, tentu dalam pemilihan nanti, dalam proses kampanye ada selisih paham, selisih pendapat itu hal yang biasa, tetapi sebagai orang sudara, mari kita hadapi proses pemilihan Bupati dan Wakil Bupati periode 2021-2024 ini yang pemilihannya insya Allah berlangsung pada bulan September 2020 dengan hati yang sejuk, hati yang damai,” ucapnya.
Menurutnya, dengan adanya momentseperti ini, ada pihak-pihak yang sengaja mempertajam soal isu perbedaan. Padahal, membangun Bursel kedepan tak bisa dilepas pisahkan dari keberagaman yang harusnya dijadikan sebagai kekuatan bersama. “Beta pikir Bursel yang heterogen, multikultur, agama, ini adalah fakta yang suka atau tidak suka kita harus bangun negeri ini berdasarkan keberagaman itu, mulai dari aspek etnis, suku, ras dan agama. Nah, karena itu konsep dasar kita harus membangun dari sana. Tidak bisa kemudian kita menapikan fakta soal prulalisme, heterogenitas kita di daerah ini,” tukas politisi Demokrat.
Soal bagaimana pasangan BISA mendapat rekomendasi PDI Perjuangan maupun partai politik lain, LG sangat optimis bisa meraih rekomendasi yang maksimal untuk menjadi peserta Pilkada. “Insya Allah kita semua punya peluang yang sama, karena komunikasi yang sudah kami bangun untuk meyakinkan DPP-DPP Partai Politik sudah cukup maksimal. Tinggal bagaimana ini dibuktikan dengan survey. Tetapi kami tetap gencar mengkonsolidasikan diri dengan partai-partai politik asal kami dibesarkan dan partai-partai politik yang memiliki visi yang sama untuk bagaimana membangun Kabupaten Bursel ini melalui momentum Pilkada 2020 nanti,” beber dia.
Tentang danya keraguan akan pasangan ini dalam menghandel semua kebutuhan Pilkada ini, LG menghimbau agar masyarakat Bursel mempercayakan hal itu kepada Tuhan Yang Maha Esa dan bukan pada kekuasaan manusia.“Soal kesiapan kami untuk menghandel seluruh kebutuhan-kebutuhan pertarungan ini, kami sudah siap untuk itu. Jadi, harapan kami rakyat tidak lagi silau bahwa kekuasaan itu adalah segala-segalanya. Sebab, yang segala-galanya adalah Tuhan Yang Maha Esa Allah SWT. Itu kata kuncinya,” paparnya.
Sementara di hadapan pendukung BISA di kediaman LG, Sami pun turut meminta doa dan dukungan seluruh rakyat Bursel. Sebab BISA maju bukan untuk lawan siapa-siapa, tetapi guna merebut kemenangan ini untuk menyambut hari depan Bursel lebih baik. “Kita bersama untuk memulai perjuangan ini guna menatap masa depan yang lebih baik. Kita berdoa, minta dukungan dari seluruh Bapak, Ibu, basudara semua masyarakat Bursel untuk mendoakan kita dalam melaksanakan proses-proses ini, baik hari ini ketika kita memulai proses perjuangan dengan mendaftarkan diri di PDI Perjuangan maupun proses-proses selanjunya dalam memperebutkan atau mencari rekomendasi partai dan selanjutnya pada proses-proses kampanye serta proses-proses pemenangan kedepan,” kata Latbual.
Bahkan di hadapan keluarga besar PDI Perjuangan maupun pendukung BISA, Sami bercerita saat Rakercabsus DPC Bursel 27 Juli 2015 di Aula SMA Negeri Namrole untuk penyerahan rekomendasi PDI Perjuangan ke Paslon Bupati dan Wakil Bupati Tagop Soulisa dan almarhum Ayub Seleky yang dipimpin Ketua DPP PDI Perjuangan Komarudin Watubun dihadiri Ketua DPD Maluku Edwin Huwae dan pengurus DPD, pengurus DPC Bursel, PAC se-Bursel Buru serta pengurus Ranting dan Anak Ranting se-Kecamatan Namrole telah dilahirkan kesepakatan bahwa usai masa jabatan Tagop- Buce, maka PDI Perjuangan akan mencalonkan Sami Latbual.
“Jadi, hari ini pendaftaran yang kami lakukan ini sekaligus kami menagih janji seluruh struktural partai dari Anak Ranting, Ranting, PAC, DPC, DPD maupun DPP soal kesepakatan untuk merekomendasikan Sami Latbual. Apalagi, saya pun telah berjuang sejak lama bersama partai wong cilik ini. Tahun 1999 diberikan amanah sebagai Ketua Anak Ranting Dusun Kamlanglale, Tahun 2003 sebagai Wakil Ketua Ranting Desa Elfule, Tahun 2006 sebagai Ketua PAC Kecamatan Namrole, tahun 2010 sebagai Sekretaris DPC Kabupaten Bursel dan tahun 2005 sebagai Ketua DPC Bursel,” ceritanya.
“Saya belum punya cacat di partai dan belum pernah mendapat sanksi administrasi bahkan melakukan perbuatan tercelah diantara sesama kader ataupun partai. Dibuktikan hari ini yang turut ada bersama mendaftarkan beta dan Pak Bachtiar itu teman-teman ranting dalam Kota Namrole dan Pengurus-Pengurus PAC. Teman-teman DPC bisa mengenal wajah-wajah Pengurus Ranting dan PAC. Ini bukti dan komitmen bahwa beta belum punya cacat di hadapan teman-teman struktural, baik itu teman-teman DPC, PAC, Ranting dan Anak Ranting. Pendaftaran pasangan BISA membuktikan Bursel tidak krisis dalam sumber daya kepemimpinan,” ingat Latbual.
Sementara Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bursel Ahmad Umasangadji saat meresponi Latbual mengaku, dirinya bergabung di PDI Perjuangan hingga bisa memimpin partai ini karena ajakan dari Sami Latbual. Olehnya itu, ketika Sami akan mendaftar di PDI Perjuangan, ia pun berusaha meluangkan waktu untuk hadir langsung. “Saya masuk PDI Perjuangan karena Bapak Sami. Itu pengakuan saya secara jujur. Makanya ketika Pak Sami mau daftar, saya pun hadir,” kata pria yang akrab disapa Madoli itu. (MR-02)









Comment