by

Kota Inklusif “Alarm”, APEKSI Komwil VI Gagas Lokakarya

AMBON,MRNews.com,- Sejak bulan September 2016, Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) mulai menjalin komunikasi dengan UNESCO dan telah mendapat dukungan untuk pengembangan jaringan kota inklusif. Dan akhirnya pada tanggal 30 Maret 2017 APEKSI bekerjasama dengan UNESCO melakukan pertemuan perdana membentuk Pokja kota inklusif.

Hal inilah yang kemudian menjadi semacam alarm bagi pengurus APEKSI Komisariat Wilayah (Komwil) VI untuk menggagas lokakarya tata kelola kota inklusif, bertema mendorong partisipasi semua pihak menuju kota inklusif.
Pemerintah kota memandang perlu membentuk forum yang lebih solid untuk mendiskusikan berbagai kebijakan, pengetahuan, serta pengalaman dalam membangun kota inklusif.

“Saya berharap, kiranya lokakarya ini akan menghasilkan masukan-masukan yang bermanfaat bagi kota-kota anggota dan dapat bersinergi satu sama lainnya serta dengan pihak terkait untuk mewujudkan diri menjadi kota inklusif,” ujar Walikota Ambon, Richard Louhenapessy selaku Ketua APEKSI Komwil VI saat membuka lokakarya tata kelola kota inklusif di Ballroom Hotel Aryaduta-Manado, Jumat (26/07/19).

Sebagai tuan rumah, Walikota Manado, Vicky Lumentut dalam welcome speech mengucapkan terima kasih atas kedatangan para Walikota Komwil VI beserta rombongan. Lumentut lantas menjelaskan singkat tentang maksud pencanangan kota Manado sebagai kota Doa.

“Manado sebagai kota Doa dimana toleransi antar umat beragama akan dijaga dan dipelihara dari berbagai suku agama dan ras karena Manado adalah rumah kita bersama,” katanya dalam rilis yang diterima media ini, Sabtu (27/7/19). (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed