AMBON,MRNews.com,- Prestasi membanggakan ditorehkan dua duta paduan suara asal Kota Ambon, Maluku, Vox Angelorum Choir (VAC) Junior SD Negeri 11 dan Bethabara Male Choir (BMC) saaat mengikuti 8th Bali International Choir Festival (BICF) 2019 di Discovery Kartika Plaza, Bali, 23-27 Juli 2019. Dimana keduanya berhasil menggondol masing-masing dua gold medal dan dua silver medal. Nama Kota Ambon dan Maluku pun harum di pulau Dewata.
Dari informasi yang dihimpun media ini, baik VAC Junior maupun BMC tampil memukau dihadapan juri-juri internasional saat membawakan tiap lagu. Lewat lagunya Jubilate deo dan Sanctus oleh VAC Junior serta Emilon Dreams dan Hallelujah dari BMC pada kategori show yang akhirnya hantarkan keduanya meraih gold medal. Sementara silver medal didapat setelah VAC menyajikan lagu Yana Alifuru dan Bambu Gila di kategori etnik, BMC pada lagu It is well with my soul dan My soul been anchored kategori male.
Usai mendengar hasil membanggakan itu, pelatih sekaligus konduktor VAC Junior, Hendrik J Warongan saat dihubungi via seluler, Jumat (26/7/19) malam mengaku luar biasa bersyukur, karena Tuhan terlalu baik. Sebab semua kelelahan anak-anak selama latihan kurang lebih 8 bulan, pengorbanan orangtua yang tak terlepas dari kerja keras pelatih dan dukungan pimpinan, guru SDN 11 Ambon juga seluruh pihak selama ini terbayarkan. Walaupun banyak tantangan yang dilalui.
“Ini festival paduan suara pertama yang diikuti VAC Junior. Kami bersyukur karena perjuangan, kelelahan 45 anak-anak, pengorbanan serta dukungan semua pihak bagi kami terbayarkan lewat gold dan silver medal ini. Terutama terima kasih buat Tuhan Yesus sebab meski banyak tantangan dilalui tapi berakhir manis. Tidak sia-sia. Terima kasih juga buat pianis handal, Adelaide Simbolon yang ikut membantu kami. Kami bersyukur juga karena besok (hari ini) diminta untuk tampil di Kuta Beach,” ujar Hendrik bahagia.
Sementara, pelatih sekaligus konduktor BMC, Erik Rehatta bangga atas pencapaian anak asuhannya 38 orang plus team band. Meski memang mengharapkan lebih, dapat menggondol gold medal di dua kategori. Tapi dengan proses latihan yang dilakukan selama sebulan dan berbagai kendala dihadapi, hasil itu terbilang cukup memuaskan.
“Kendala utama kami di dana, tapi kompetisi sudah berakhir. Harapan kedepan biar lebih bagus, team-team perwakilan dari Maluku harus mendapat perhatian serius pemerintah, bukan saja dana tapi juga perhatian dalam hal mengunjungi tempat latihan. Agar ada masukan dari paduan sehingga tujuan Ambon sebagai kota musik bisa tercapai,” kunci Erik via seluler. (MR-02)











Comment