by

Mangkir, DPRD Warning Keras Kadispar Ambon

AMBON,MRNews.com,- Komisi I DPRD Kota Ambon memberi warning keras kepada kepala dinas pariwisata dan kebudayaan (Kadisparbud) Kota Ambon, Rico Hayat. Pasalnya, untuk kali kedua Hayat tidak memenuhi undangan DPRD alias mangkir untuk rapat kerja (Raker) sangat penting guna membicarakan tentang bagaimana pengembangan sektor pariwisata dan kebudayaan di kota berjuluk manise ini.

“Hari ini kita panggil Kadispar untuk Raker dengan komisi I tapi dia tidak hadir. Mungkin masih diluar, entah luar negeri atau luar daerah. Saya sudah minta staf sekretariat menelpon yang bersangkutan, menanyakan yang bersangkutan kapan datang di Ambon dan bisa memenuhi undangan komisi I. Kalau tidak, nanti kita tanyakan kepada Walikota kapan Kadispar ada di Ambon, supaya jelas. Karena kita rasa ada yang miss dan ini peringatan keras buat Kadisparbud,” kesal Wakil Ketua Komisi I, Rovik Akbar Afiffudin kepada awak media di Baileo DPRD, Selasa (16/7/19).

Rovik pun mengaku kecewa lantaran terlalu banyak konsolidasi luar negeri dan luar daerah yang dilakukan Disparbud khususnya Kadis. Sementara harusnya sebagai pemegang komando di sektor pariwisata dan kebudayaan, memikirkan infrastruktur yang mau dijual ke nasional, luar negeri untuk wisatawan domestik dan mancanegara yang hampir tidak ada, padahal itu penting dan membutuhkan visi juga fokus dari Kadispar, termasuk untuk mensukseskan visit Ambon 2020.

Padahal rapat itu sebut Rovik, untuk menyampaikan hasil kunjungan komparatif komisi ke Makassar beberapa hari lalu. Salah satu misalnya, spot wisata terkenal di Makassar, pantai Losari anggarannya tak hanya dari APBD tapi dibantu CSR perusahaan untuk membantu pengeringan dan sebagainya. Lalu dari PAD kota Makassar khusus pariwisata didapatkan dari pajak hotel, restoran itu Rp 300 miliar. Artinya, mereka punya kemampuan memverifikasi orang yang datang tinggal di hotel adalah wisatawan dari hasil promosi Dispar.

“Hal itu yang tidak mampu dibikin di Kota Ambon oleh Disparbud, karenanya rapat dengan Kadis tujuannya untuk arahkan agar jelas dan tepat. Kita juga bilang di kata akhir fraksi PPP bahwa Walikota harus melakukan langkah yang menunjukkan political will beliau untuk kepentingan Ambon menghadapi visit Ambon 2020. Itu harus dilakukan, konsolidasinya harus dilakukan oleh Disparbud. Sama sekali tidak ada. Jangan sampai hanya membuat sebuah program yang wow, penuh entertain, seremonialistik yang tidak mendorong pengembangan pariwisata di Kota Ambon,” tegasnya.

Dirinya menilai, mending anggaran perjalanan luar negeri yang menemani Walikota, memfasilitasi dipakai untuk bangun infrastruktur pariwisata dan budaya. Salah satunya, Batu Lobang di Amahusu dikelola warga setempat. Padahal diatas batu ada semacam benteng peninggalan VOC, Belanda yang kalau dikonstruksi menjadi pusat cafe yang luar biasa, sambil tingkatkan promosi.

“Sudah kita ingatkan ke Dispar, itu bisa. Itu salah satu saja, ada banyak. Berkaca dari Kota Makassar, anggaran untuk dispar Rp 15 miliar saja karena 5 persen dari PAD yang didapatkan. Sementara Disparbud Ambon hampir Rp 20 miliar dan katanya mau tambah lagi di perubahan APBD. Saya pastikan tidak akan ditambah anggarannya. Harus dicatat. Dispar ini tugasnya memfasilitasi orang datang, bagaimana menciptakan ruang menarik pada spot wisata dan budaya, promosi gencar,” papar mantan ketua DPC PPP Kota Ambon.

Informasi yang didapat media ini, Kadisparbud Kota Ambon Rico Hayat sedang berada di New Zealand (Selandia Baru) untuk mengikuti first pacific exposition saat diundang DPRD dan akan dilanjutkan ke Jakarta mendampingi Walikota untuk presentase inovasi pelayanan publik oleh Pemkot Ambon berjudul “Ambon city of music” di Kementerian PAN-RB Selasa (16/7)-Kamis(18/7). (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed